Tugas Ekonomi Koperasi
Nama : Tamara Meiviola
Kelas : 2EB27
NPM : 28212229
PEMBAHASAN
A. Kunci
Keberhasilan Organisasi dan usaha Koperasi
B. Bentuk
partisipasi anggota
C. Rangsangan
dan upaya meningkatkan partisipasi anggota
D. Kiat-Kiat
mengelola Koperasi baru :
1. Pemahaman
perangkat hukum
2. Menyusun
anggaran dasar (AD)
3. Sosialisasi
AD kepada angota
4. Melengkapi
sarana dan prasarana
5. Memfungsikan
perangkat organisasi Koperasi
6. Mengelola
dan mengorganisasikan sumber daya yang dimiliki Koperasi
7. Menggerakkan
dan menjalankan organisasi dan usaha Koperasi
8. Mengendalikan
organisasi dan usaha Koperasi
A.
Kunci
Keberhasilan Organisasi dan usaha Koperasi
Kunci
keberhasilan suatu organisasi dan badan usaha koperasi dapat di identifikasikan
dari beberapa faktor–faktor
yaitu :
- Pemahaman pengurus dan anggota terhadap jati diri koperasi
- Kemampuan Pengurus untuk mengidentifikasi kebutuhan kolektif anggota
- Adanya kesungguhan Pengurus dan pengelola dalam mengelola koperasi
- Kegiatan usaha koperasi harus bersinergi dengan usaha anggota
- Biaya transaksi antara koperasi dengan anggota lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya transaksi antara anggota terhadap badan usaha non koperasi
Dapat di simpulkan bahwa, Partisipasi anggota
merupakan kunci keberhasilan organisasi dan usaha koperasi. Secara harfiah,
partisipasi berarti meningkatkan peran serta orang-orang yang mempunyai visi
dan misi yang sama bagi mengembangkan organisasi maupun usaha koperasi.
Pendirian koperasi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anggota, artinya
perusahaan koperasi sejatinya mampu memenuhi kebutuhan anggotanya, artinya
perusahaan koperasi sejatinya mampu memenuhi kebutuhan anggotanya, demikian
pula sebaliknya anggota memanfaatkan layanan perusahaan koperasi, perhatian dan
bertanggung jawab terhadap perusahaan koperasi dalam bentuk kontribusi berbagai
bentuk simpanan maupun ikut menanggung resiko usaha koperasi, serta secara
proaktif ikut serta dalam berbagai bentuk maupun proses pengambilan keputusan
usaha koperasi
B. Bentuk
partisipasi anggota
Partisipasi merupakan keterlibatan dari
orang-orang dalam situasi kelompok secara mental dan emosional yang mendorong
orang-orang tersebut memberikan kontribusinya terhadap tujuan kelompoknya itu
dan berbagai tanggung jawab atas pencapaian tujuan tersebut.
Secara umum terdapat beberapa bentuk
partisipasi anggota koperasi, yaitu :
1.
Partisipasi dalam pengambilan keputusan dalam rapat anggota (kehadiran,
keaktifan, dan penyampai/mengemukakanpendapat/saran/ide/gagasan/kritik bagi
koperasi).
2.
Partisipasi dalam kontribusi modal (dalam berbagai jenis simpanan,
simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela/manasuka, jumlah dan
frekuensi menyimpan simpanan, penyertaan modal).
3. Partisipasi dalam pemanfaatan pelayanan
(dalam berbagai jenis unit usaha, jumlah dan frekuensi pemanfaatan layanan dari
setiap unit usaha koperasi, besaran transaksi berdasarkan waktu dan unit usaha
yang dimanfaatkan, besaran pembelian atau penjualan barang maupu jasa yang
dimanfaatkan, cara pembayaran atau cara pengambilan, bentuk transaksi, waktu
layanan).
4. Partisipasi dalam pengawasan koperasi (dalam
menyampaikan kritik, tata cara penyampaian kritik, ikut serta melakukan
pengawasan jalannya organisasi dan usaha koperasi).
C. Rangsangan
dan upaya meningkatkan partisipasi anggota
Terdapat berbagai cara untuk dapat
meningkatkan partisipasi anggota. Menggunakan pendekatan materi maupun non
materi
§ Pendekatan materi adalah memberikan komisi
dan insentif, pemberian bonus, atupun pemberian tunjangan atas aktivitas
keterlibatan anggota berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan organisasi
maupun layanan barang/jasa yang dikoperasi.
§ Pendekatan non materi adalah memberikan
motivasi kepada semua komponen, dengan jalan mengikutsertakan seluruh anggota
dalam proses pengambilan keputusan secara bersama.
D.
Kiat-Kiat
mengelola Koperasi baru :
- Pemahaman perangkat hukum
- Menyusun anggaran dasar (AD)
§
Daftar nama pendiri;
§
Nama dan tempat kedudukan;
§
Maksud & tujuan serta bidang usaha;
§
Ketentuan mengenai keanggotaan;
§
Ketentuan mengenai rapat anggota;
§
Ketentuan mengenai pengelolan;
§
Ketentuan mengenai permodalan;
§
Ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya;
§
Ketentuan mengenai pembahgian hasil usaha;
§ Ketentuan mengenai sanksi;
- Sosialisasi AD kepada anggota
- Melengkapi sarana dan prasarana
1.
Prasarana
yang harus ada : kantor dengan papan nama koperasi yang jelas.
2.
Sarana
: meja, kursi, lemari, telepon, komputer dsb.
3.
Buku-buku
organisasi:
-
Buku
daftar anggota;
-
Buku
notulen rapat;
-
Buku
inventaris;
-
Buku
tamu;
-
Buku
sarana pejabat;
-
Buku
lain yang diperlukan.
Buku-buku organisasi diatas dapat
diperoleh pada intansi yang membidangi
koperasi di
Kabupaten/Kota.
- Memfungsikan perangkat organisasi Koperasi
- Mengelola dan mengorganisasikan sumber daya yang dimiliki Koperasi
§ Sumber
daya manusia
§ Sumber
daya modal
§ Sumber
daya alam (SDA yang berada di wilayah kerja koperasi )
§ Sumber
daya fisik (Sarana dan prasarana yang ada)
- Menggerakkan dan menjalankan organisasi dan usaha Koperasi
- Mengendalikan organisasi dan usaha Koperasi
Cara
mengendalikan organisasi dan usaha Koperasi adalah dengan cara :
1.
Pengendalian
Pasif
2. Pengendalian aktif
Kesimpulan
Koperasi
Indonesia adalah organisasi ekonomi yang berwatak sosial , beranggotakan
orang-orang atau badan hukum yang merupakan tata susunan ekonomi usaha bersama
atas asas kekeluargaan. Dalam suatu organisasi koperasi tentu memiliki kiat
keberhasilan,salah satunya adalah peranpartisipasi anggota yang bergabung
dalamnya.
Hal ini membuat kehadirannya seorang anggota koperasi menjadi sangat
penting terlihat banyak sekali hak dan tanggung jawab ataupun peran yang harus
di isi oleh seorang anggota koperasi,terutama suara nya pada saat rapat
anggota. Koperasi tidak dapat berjalan tanpa adanya anggota yang berperan
sempurna didalamnya.
DAFTAR PUSTAKA
Baswir,Revrisond,2000:Koperasi IndonesiaI,BPFE
YOGYAKARTA,YOGYAKARTA
http://Google.com
http://www.smecda.com
http://tantitrisetianingsih.blospot.com